Makan dan Minum dengan cara Berdiri

Fatwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.

Beliau رحمه اللّٰه ditanya:

Tentang makan dan minum dengan berdiri, apakah hal itu halal ataukah harom ataukah makruh tanzih (makruh yang lebih baik ditinggalkan) ? Dan bolehkah makan dan minum di jalanan sambil berjalan,  jika seseorang memiliki udhur (halangan)  seperti halnya musafir? 

Beliau رحمه اللّٰه menjawab:

Adapun jika disertai udhur (halangan)  maka tidak apa apa. Sungguh telah tsabit bahwa Nabi صلى اللّٰه عليه وسلم:

شَرِبَ مِن مَاءِ زَمْزَمَ وَهُوَ قَائِمٌ٠

“Minum dari air zam zam, sedangkan beliau صلى اللّٰه عليه وسلم dalam keadaan berdiri”. (HR. Bukhori X/XVIII no. 5617, Muslim 2027, Tirmidzi 1882, Ibnu Majah 3422)

Karena tempatnya tidak memungkinkan untuk digunakan duduk, adapun jika tidak disertai adanya keperluan maka dimakruhkan. Sebab telah shohih bahwa Nabi صلى اللّٰه عليه وسلم melarang perbuatan itu. (HR. Muslim (2024-2025-2026), Abu Dawud 3717, Tirmidzi 1878-1881, Ibnu Majah 3424, Ahmad III/199-291,250)

Dengan perincian ini tercapailah penggabungan antara nash nash tersebut. Wallohu A’lam. (Lihat Fath X/84, Zaadul Ma’ad I/149)

Al Fatawa XXXII/206

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s